Label
- Bolavoli (10)
- Ilmiah (2)
- Jalan-jalan (2)
- Latihan (10)
- Memainkan (1)
- Memikirkan (9)
- Meneliti (3)
Minggu, 12 Januari 2014
mamu_mam: Soma Cube (7 puzzle, puluhan bentuk, ratusan kombi...
mamu_mam: Soma Cube (7 puzzle, puluhan bentuk, ratusan kombi...: Post ini merupakan lanjutan dari postingan sebelumnya yakni " Puzzle IQ (tak sesederhana penampakannya) " di mana dijelaskan gam...
Kamis, 09 Januari 2014
Minggu, 15 Desember 2013
Prinsip Individualitas (The Prinsiples of Individuality)
Masih sangat ingat setiap detai pertandingan
sepakbola timnas sea games indonesia yang pergi ke myanmar, pada babak
penyisihan grup di pertandingan ke tiga melawan saudara mudanya (timor leste)
“hanya” mampu bermain imbang, kenapa? Banyak faktor yang mempengaruhi
dariperolehan hasil tersebut, yang jelas dalam teori prestasi olahraga, faktor
penentu prestasi itu ada lima, Fisik, teknik, taktik, mental dan yang terakhir
adalah keberuntungan, untuk kasus timnas sea games kali ini faktor mana yang
kurang? Coach RD dan punggawanya lah yang tau.
Sedikit berbicara pada faktor yang pertama “kondisi
fisik” yang merupakan faktor utama sebagai pondasi untuk meningkatkan performa
faktor-faktor selanjutnya, dalam latihan kondisi fisik banyak sekali item yang
wajib diperhatihan, mulai prinsip latihan, faktor latihan, sarana prasarana dan
lain sebagainya, semua jadi pertimbangan khusus dalam menentukan program
latihan. Untuk cabang olahraga beregu, kecenderungan latihan fisik yang
“seadanya” sudah menjadi trend di indonesia. Sepak bola, bolavoli, basket, dll.
Salah satu hal yang sangat kecil dan sering
dilupakan oleh para manager tim olahraga beregu adalah prinsip latihan
individual, pada prinsipnya masing-masing individu berbeda satu dengan yang
lainya, dalam latihan setiap individu
juga memppunya kemampuan yang berbeda-beda. Seyogyanya dalam melakukan
latihan fisik setiap individu diprogramkan dan dilaksanakan berdasarkan
karakteristik serta kondisi individu masing-masing atlet dan hal tersebut akan
lebih berarti.
Berdasarkan pengalaman latihan yang saya alami
jaman doloe, waktu masih usia belasan tahun awal (adolesence awal), pelatih
memberi beban latihan kepada saya sama seperti beban latihan senior saya yang
sudah bermain untuk tim samator surabaya. (tapi ya tak lakukan) karena ketidak
tahuan dan ketakutan terhadap sang pelatih. Hasilnya?? Alhamdulillah . hehehe,
begitu udah gede dan sering jalan-jalan nyambangi beberapa klub olahraga yang
ternama di indonesia, ternyata sama saja sistem latihan fisiknya dengan yang dilakukan
di daerah asal saya yang masih “ndeso” itu. MasyaAllah. . . hehehe
Bebara waktu kemaren sempat ngadakan wawancara
eksklusif di warung kopi dengan salah satu punggawa tim sepak bola ternama di
Indonesia, temuan dari hasil wawancra tersebut menyatakan “sama saja” . nih
sedikit potongan wawancara saya gan.
Saya: Gimana proses latihanya dengan pelatih yang baru?
Mr.X: enak sam, ni mw TC untuk persiapan piala gubernur.
Saya: wah, mantap itu.. TC itu apa? Tes contact? Hehehhehe..
kalau latihan fisik gimana?
Mr.X: menggunakan sistem “circuit training”.
Saya: owhh, (dalam hati bingung dengan istilah aneh2). Trus
beban latihanya gimana?
Mr.X: ya semua sama, tinggal pindah pindah tiap stationya,.
Saya: berarti bebanmu sama ma Bek (*&(^%$#) itu?
Mr.X: iya sama.
Saya: weleh weleh.
Itu penggalan ngobrol saya ma pemain hebat itu,
poin pentingnya, dy itu posturnya kecil, baru masuk tim senior, dan beban
latihanya disamakan dengan bek tangguh yang posturnya ideal untuk ukuran eropa.
Kalau nurut Mr. Harsono dalam bukunya yang kemaren tak buka ternyata udah
sangat kusam, beliau mengatakan bahwa: faktor-faktor seperti umur, jenis
kelamin, bentuk tubuh, kedewasaan, latar belakang pendidikan, lamanya berlatih,
tingkat kesegaran jasmaninya, ciri-ciri psikologisnya, semua itu harus ikut
dipertimbangkan dalam menyusun program latihan. Latihan yang dilakukan harus
direncanakan dan dilaksanakan berdasarkan karakteristik dan kondisi individu
atlet. Program latihan yang disusun dan pembebanan yang diberikan dalam latihan
harus sesuai dengan kondisi tiap-tiap individu.
Kira2 bebera kasus di atas kalau dikaitkan dengan
prinsip keadilan masuk ga ya? Maksudnya, tujuan latihan itu kanmembuat tiap
individu mencapai derajat tertinggi, analoginya jika dalam perjalanan menuju
tempat yang sama, tapi berangkatnya dari tempat yang berbeda, kira2 bekal yang
disiapkan sama atau ga? Pastinya ga akan pernah sama. Analogi lain adalah jika
dalam sebuah keluarga mempunyai dua anak, yang satu masih duduk di bangku
sekolah dasar, sedangkan yang satunya sudah di bangku kuliah, uang saku yang
diberikan orang tuanya pasti ga akan sama, jika adeknya yg masih SD diberi uang
saku sama dengan kakaknya yang sudah kuliah, dikhawatirkan si adek akan membeli
barang2 yang tidak bermanfaat ata bahkan berefek buruk bagi dirinya, begitupun
sebaliknya, jika sang kakak diberi uang saku sama dengan adeknya, pasti ga akan
pernah cukup, karena kebutuhan kuliah lebih besar dari pada yang masih SD.
So,,, secara filosofis keadilan dalam olahraga,
penerapan “prinsip individual” secara
bijaksana adalah hal paling adil yang harus dilakukan oleh setiap pelatih
olahraga. Jadi jangan dilihat hanya sebatar dari kemampuan teknik yang
mengagumkan ataupun strategi pelatih yang briliant atau bahkan hanya
mengandalkan dukungan para suporter yang fanatik untuk meningkatkan mental
pemain, tapi pondasi dasar ( phisic ability) juga wajib diperhatikan. Dan
tentunya masih banyak faktor-faktor lainya yang mempunyai tingkat krusialitas
sama dengan dengan bahasan ini.
Minggu, 08 Desember 2013
DEMOKRASI
Tiap hari kita disuguhi berita2 politik, korupsi, pemilukada,
konflik dan semua hal yang buruk yang ada di negeri “gemah ripah loh jinawi”
ini. Kadang ada rasa penasaran kadang juga ada rasa bosan untuk mendengarkan
ataupun melihat. Apalagi tahun depan mau di adakan hajatan termewah negeri ini,
“PEMILU” atau “PESTA DEMOKRASI”. Kenapa termewah? Karena pemilu membutuhkan
biaya yang sangat mahal, ini yang dikatakan menkeu kita “Jakarta (ANTARA News 15-3-2013) - Menteri Keuangan
(Menkeu) Agus Martowardojo mengatakan pemerintah menyiapkan anggaran senilai
Rp16 triliun sebagai biaya untuk penyelenggaraan Pemilihan Umum (Pemilu) 2014.
"Buat pemilu kurang lebih Rp16 triliun," ujarnya di Jakarta, Jumat.
Menurut Agus, biaya khusus yang akan tercantum
dalam APBN 2014 tersebut akan dipergunakan sebagai anggaran pelaksanaan dalam
upaya menciptakan pemilihan umum yang sehat, terencana, dan demokratis serta
menjaga stabillitas nasional.” Semoga harapanya terkabul. Kira2 16T itu
kalau di buat sekolah dari sd-sma bisa buat berapa juta anak ya???
Ngomongin masalah demokrasi,
kita harus tau dlu apa demokrasi, gimna sejarahnya, dan bagaimana pandangan
demokrasi menurut yg berpandangan berbedaa dengan penganut demokrasi, kepo
dikit ga pa2, asal jangan mainstream, heuheuheu.
Di Negara kita ini semua
menggunakan pemilihan langsung, mulai milih ketua RT, RW, kepala desa, Bupati,
gubernur, sampai presiden. Kalau buat mahasiswa, milih ketua ketua mahasiswa
jurusan, ketua BEM aja sering sampai berantem, kalau pilihan dekan atau rektor
jangan sampai ya?? Tak elok dilihat kalau kata orang sumatra, hehe
Nih coba lihat dari kaca mata
islam, kan kebetulan lebih dari 50% orang indonesia itu muslim, katanya
rahmatan lil alamin, bisa ga islam kasih solusi. (emang masalahnya dimana??).
yang pertama adalah pengertian demokrasi dulu,
Pengertian
demokrasi
Demokrasi yang umum
kita dengar adalah pemerintahan dari, oleh, dan untuk rakyat yang diutarakan
oleh Presiden Amerika Serikat ke-16, Abraham Lincoln. Selain itu, masih ada
banyak lagi pengertia demokrasi yang ada. Kata demokrasi sendiri berasal dari
gabungan kata demos dan cratein yang diambil dari bahasa Yunani karena
demokrasi sudah dimengerti oleh manusia sejak zaman Yunani Kuno masih
berlangsung. Kata Demosdisini
memiliki arti rakyat, sedangkan Cratein berarti kekuasaan atau juga
pemerintahan.
Melihat dari
penjabaran di atas, maka kita bisa menarik kesimpulan pengertian demokrasiadalah
pemerintahan yang memposisikan rakyat sebagai pemegang peranan penting untuk
memutuskan segala hal. Hal ini juga sudah didukung dengan pernyataan yang
tertulis dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) dimana demokrasi berarti
bentuk ataupun sistem pemerintahan dimana seluruh rakyatnya turut memerintah
dengan melalui perantara wakil rakyat. Segala gagasan ataupun pandangan yang
menomorsatukan persamaan hak serta kewajiban adalah prioritas penting dari
demokrasi itu sendiri.
Sejarah Demokrasi
Istilah demokrasi berasal dari bahasa
Yunani (dēmokratía) “kekuasaan rakyat”, yang dibentuk dari kata (dêmos)
“rakyat” dan (Kratos) “kekuasaan”, merujuk pada sistem politik yang muncul pada
pertengahan abad ke-5 dan ke-4 SM di negara kota Yunani Kuno, khususnya Athena,
menyusul revolusi rakyat pada tahun 508 SM. Sebelum istilah demokrasi ditemukan
oleh penduduk Yunani, bentuk sederhana dari demokrasi telah ditemukan sejak
4000 SM di Mesopotamia. Ketika itu, bangsa Sumeria memiliki beberapa negara
kota yang independen. Di setiap negara kota tersebut para rakyat seringkali
berkumpul untuk mendiskusikan suatu permasalahan dan keputusan pun diambil
berdasarkan konsensus atau mufakat.
Barulah pada 508 SM, penduduk Athena
di Yunani membentuk sistem pemerintahan yang merupakan cikal bakal dari
demokrasi modern. Yunani kala itu terdiri dari 1.500 negara kota (poleis) yang
kecil dan independen. Negara kota tersebut memiliki sistem pemerintahan yang
berbeda-beda, ada yang oligarki, monarki, tirani dan juga demokrasi.
Diantaranya terdapat Athena, negara kota yang mencoba sebuah model pemerintahan
yang baru masa itu yaitu demokrasi langsung. Penggagas dari demokrasi tersebut
pertama kali adalah Solon, seorang penyair dan negarawan. Paket pembaruan
konstitus yang ditulisnya pada 594 SM menjadi dasar bagi demokrasi di Athena
namun Solon tidak berhasil membuat perubahan. Demokrasi baru dapat tercapai
seratus tahun kemudian oleh Kleisthenes, seorang bangsawan Athena. Dalam
demokrasi tersebut, tidak ada perwakilan dalam pemerintahan sebaliknya setiap
orang mewakili dirinya sendiri dengan mengeluarkan pendapat dan memilih
kebijakan. Namun dari sekitar 150.000 penduduk Athena, hanya seperlimanya yang
dapat menjadi rakyat dan menyuarakan pendapat mereka.
Menurut syaikh abdul qadim zallum, dalam kitabnya demokrasi sistem kufur,
demokrasi mempunyai latar belakang sosio-historis yang tipikal barat selepas
abad pertengahan, yakni situasi yang dipenuhi semangat untuk mengeliminir
pengaruh dan peran agama dalam kehidupan manusia. demokrasi lahir sebagai
anti-tesis terhadap dominasi agama dan gereja terhadap masyarakat barat. karena
itu, demokrasi adalah ide yang anti agama, dalam arti idenya tidak bersumber
dari agama dan tidak menjadikan agama sebagai kaidah-kaidah berdemokrasi. orang
beragama tertentu bisa saja berdemokrasi, tetapi agamanya mustahil menjadi
aturan main dalam berdemokrasi. secara implisit, beliau mencoba mengingatkan
mereka yang menerima demokrasi secara buta, tanpa menilik latar belakang dan
situasi sejarah yang melingkupi kelahirannya.
Demokrasi Menurut Islam
Dalam
demokrasi kedaulatan berada di tangan rakyat, konsekuensinya bahwa hak
legislasi (penetapan hukum) berada di tangan rakyat (yang dilakukan oleh
lembaga perwakilannya, seperti DPR). Sementara dalam Islam, kedaulatan berada
di tangan syara’, bukan di tangan rakyat. Ketika syara’ telah mengharamkan
sesuatu, maka sesuatu itu tetap haram walaupun seluruh rakyat sepakat
membolehkannya.
Disisi lain,
kalau diyakini bahwa hukum kesepakatan manusia adalah lebih baik daripada hukum
Allah, maka hal ini bisa menjatuhkan kepada kekufuran dan kemusyrikan. Ketika
Rasulullah saw membacakan: Mereka menjadikan orang-orang
alimnya, dan rahib-rahib mereka sebagai tuhan selain Allah. (QS. At
Taubah : 31)
Ady bin Hatimr.a berkata: Wahai Rasulullah mereka (org nashrany) tidaklah menyembah mereka
(rahib).
Maka Rasul menjawab:
Benar, akan tetapi mereka (rahib dan org alimnya)
menghalalkan apa-apa yang diharamkan Allah maka mereka (org nashrany)
menghalalkannya, dan mereka mengharamkan apa yang dihalalkan Allah maka mereka
(nashrany) mengharamkannya pula, itulah penyembahan mereka (nashrany) kepada
mereka (rahib dan org alimnya) [HR. Al Baihaqi, juga diriwayatkan oleh at
Tirmidzi dengan sanad Hasan]
Berkenaan
dengan kebebasan beragama, Islam memang melarang memaksa manusia untuk masuk
agama tertentu. Namun demikian Islam mengharamkan seorang muslim untuk
meninggalkan aqidah Islam. Rasulullah bersabda:
“Siapa saja yang mengganti agamanya
(murtad dari Islam) maka bunuhlah dia”.(HR Bukhari, Muslim, Ahmad dan Ashabus Sunan).
Adapun
kebebasan berpendapat, Islam memandang bahwa pendapat seseorang haruslah
terikat dengan apa yang ditetapkan oleh syariat Islam. Artinya seseorang tidak
boleh melakukan suatu perbuatan atau menyatakan suatu pendapat kecuali
perbuatan atau pendapat tersebut dibenarkan oleh dalil-dalil syara’ yang
membolehkan hal tersebut. Islam mengharuskan kaum muslimin untuk menyatakan
kebenaran dimana saja dan kapan saja. Rasulullah saw bersabda :“…Dan kami(hanya senantiasa) menyatakan al-haq (kebenaran) dimana
kami berada, kami tidak khawatir (gentar) terhadap cacian tukang pencela dalam
melaksanakan ketentuan Allah”. (HR Muslim dari Ubadah bin Shamit).
Berkaitan
dengan kepemilikan, Islam melarang individu menguasai barang hak milik umum,
seperti sungai, barang tambang yang depositnya besar, dll, juga melarang cara
mendapatkan/mengembangkan harta yang tidak dibenarkan syara’ seperti riba,
judi, menjual barang haram, menjual kehormatan, dll.
Adapun
kebebasan dalam bertingkah laku, Islam menentang keras perzinaan, homoseksual-lesbianisme,
perjudian, khamr dan sebagainya serta menyediakan sistem sanksi yang sangat
keras untuk setiap perbuatan tersebut. Sementara demokrasi membolehkan hal
tersebut, apalagi kalau didukung suara mayoritas. sehingga tidak aneh kalau
dalam sistem demokrasi, homoseksual yang jelas diharamkan Islampun tetap
dibolehkan asalkan pelakunya sudah dewasa (diatas 18 tahun) dan dilakukan
suka-sama suka.
Begitu juga perzinaan asal dilakukan orang dewasa yang suka-sama suka dan tidak
terikat tali perkawinan maka tidaklah dipermasalahkan.
Demokrasi = Syuro (Musyawarah)?
Sebagian
kalangan menyatakan bahwa Demokrasi itu sesungguhnya berasal dari Islam, yakni
sama dengan syuro (musyawarah), amar ma’ruf nahyi munkar dan mengoreksi
penguasa. Hal ini tidaklah tepat karena syuro, amar ma’ruf
nahyi munkar dan mengoreksi penguasa merupakan hukum syara’ yang telah Allah
swt tetapkan cara dan standarnya, yang jauh berbeda dengan demokrasi.
Demokrasi
memutuskan segala sesuatunya berdasarkan suara terbanyak (mayoritas). Sedang
dalam Islam, tidaklah demikian. Rinciannya adalah sebagai berikut :
(1) Untuk masalah yang berkaitan
dengan hukum syara’, yang menjadi kriteria adalah kekuatan dalil, bukan
mayoritas. Dalilnya adalah peristiwa pada Perjanjian Hudaibiyah, dimana
Rasulullah saw membuat keputusan yang tidak disepakati oleh mayoritas shahabat,
dan ketika Umar r.a protes, beliau saw menyatakan: “Aku ini utusan Allah, dan aku
takkan melanggar perintahNya, dan Dia adalah penolongku.” (HR
Bukhari)
(2) Untuk masalah yang menyangkut
keahlian, kriterianya adalah ketepatan atau kebenarannya, bukan suara
mayoritas. Peristiwa pada perang Badar merupakan dalil untuk ini.
(3) Sedang untuk masalah teknis yang
langsung berhubungan dengan amal (tidak memerlukan keahlian), kriterianya
adalah suara mayoritas. Peristiwa pada Perang Uhud menjadi dalilnya.
Demokrasi
sejatinya sistem yang cacat sejak kelahirannya. Bahkan sistem ini juga
dicaci-maki di negeri asalnya, Yunani. Aristoteles (348-322 SM) menyebut
demokrasi sebagai Mobocracy atau the rule of the mob. Ia
menggambarkan demokrasi sebagai sebuah sistem yang bobrok, karena sebagai
pemerintahan yang dilakukan oleh massa, demokrasi rentan akan anarkisme.
Plato
(472-347 SM) mengatakan bahwa liberalisasi adalah akar demokrasi, sekaligus
biang petaka mengapa negara demokrasi akan gagal selama-lamanya. Plato dalam
bukunya, The Republic, mengatakan, “.…they are free men; the city is full of freedom and liberty of
speech, and men in it may do what they like”. (…mereka adalah
orang-orang yang merdeka, negara penuh dengan kemerdekaan dan kebebasan
berbicara, dan orang-orang didalamnya boleh melakukan apa yang disukainya).
Orang-orang akan mengejar kemerdekaan dan kebebasan yang tidak terbatas.
Akibatnya bencana bagi negara dan warganya. Setiap orang ingin mengatur diri
sendiri dan berbuat sesuka hatinya sehingga timbullah bencana disebabkan
berbagai tindakan kekerasan (violence), ketidaktertiban
atau kekacauan (anarchy), tidak bermoral (licentiousness) dan ketidaksopanan (immodesty).
Menurut
Plato, pada masa itu citra negara benar-benar telah rusak. Ia menyaksikan
betapa negara menjadi rusak dan buruk akibat penguasa yang korup. Karena
demokrasi terlalu mendewa-dewakan (kebebasan) individu yang berlebihan sehingga
membawa bencana bagi negara, yakni anarki (kebrutalan) yang memunculkan tirani.
Kala itu,
banyak orang melakuan hal yang tidak senonoh. Anak-anak kehilangan rasa hormat
terhadap orang tua, murid merendahkan guru, dan hancurnya moralitas. Karena
itu, pada perkembangan Yunani, intrik para raja dan rakyat banyak sekali
terjadi. Hak-hak rakyat tercampakkan, korupsi merajalela, dan demokrasi tidak
mampu memberikan keamanan bagi rakyatnya. Hingga pemikir liberal dari Perancis
Benjamin Constan (1767-1830) berkata: ”Demokrasi membawa kita menuju
jalan yang menakutkan, yaitu kediktatoran parlemen.”
Demokrasi Ketuhanan
Karena
menganggap demokrasi sebagai konsep yang bagus walaupun ada kekurangannya,
sebagian kalangan ada yang berupaya mengambil ide demokrasi namun membuang apa
yang menurut mereka jelek. Sehingga mereka katakan, “kita memakai demokrasi namun yang berdaulat tetaplah syara’” yakni
mereka bermaksud berdemokrasi namun hukum syara’ tidak akan ditolak. Ungkapan
seperti ini sebenarnya hanyalah permainan kata-kata dan definisi saja, seperti
orang mau memesan sate ayam namun mereka syaratkan sate ayamnya tidak
menggunakan daging ayam. Dan terhadap hal seperti ini hendaknya kita
berhati-hati menjaga lidah. Allah berfirman: Hai orang-orang yang beriman,
janganlah kamu katakan (kepada Muhammad): “Raa`ina”, tetapi katakanlah:
“Unzhurna”, dan “dengarlah”. Dan bagi orang-orang kafir siksaan yang pedih.
(QS Al Baqarah 104) “Raa `ina” berarti “sudilah kiranya kamu memperhatikan kami”. Di kala
para sahabat menghadapkan kata ini kepada Rasulullah, orang Yahudipun memakai
pula kata ini dengan digumam seakan-akan menyebut ”Raa `ina”, padahal yang mereka katakan ialah”Ru`uunah” yang berarti kebodohan yang sangat,
sebagai ejekan kepada Rasulullah. Itulah sebabnya Allah menyuruh supaya
sahabat-sahabat menukar perkataan ”Raa `ina” dengan ”Unzhurna’‘ yang juga sama artinya dengan ”Raa `ina”.
So, silahkan
maksimalkan kebijaksanaan agan2 semua dalam berdemokrasi.
ADAB TIDUR MENURUT ISLAM
Buat Agan-Agan Yang Susah Tidur/Insomnia Bisa Coba Cara Rosulullah Berikut:
1. Anjuran
Qoyluulah
Berkata
Ibnu Atsir: "Qoyluulah adalah istirahat di pertengahan siang walaupun
tidak tidur". Berdasarkan hadits: Dari Sahl Bin Sa'd dia berkata:
"Tdaklah kami qoyluulah dan makan siangkecuali setelah shalat
jum'at". Juga Rasulullah bersabda: "Qoyluulah kalian sesungguhnya
syaithon tidak qoyluulah". Al-Ha_zh Ibnu Hajar berkata: "Hadits
diatas menunjukkan bahwa qoyluulah termasuk kebiasaan para sahabat Nabi setiap
harinya".
2. Tidur di awal
malam
Rasulullah
adalah teladan bagi setiap muslim, maka barang siapa yang memperhatikan
tidurnya, niscaya dia akan mendapati bahwa tidumya beliau paling sempurna dan
paling bermanfaat bagi tubuh. Beliau tidur diawal malam dan bangun diawal
sepertiga malam. Sahabat mulia Ibnu Abbas pernah bertutur: "Suatu ketika
aku pernah bermalam dirumah bibiku Muimunah untuk melihat bagaimana shalatnya
Rusulullah, beliau berbincang sejenak bersama istrinya, kemudian tidur".
3. Dibencinya
tidur sebelum lsya’ dan ngobrol setelahnya.
Berdasarkan
hadits: Dari Abu Barzah bahwasanya Rasulullah membenci tidur sebelum isya' dan
bercakap-cakap setelahrtya. Al-Ha_zh lbnu Hajar berkata: "Dibencinya tidur
sebelum Isya' karena dapat melalaikan pelakunya dari shalat isya' hingga keluar
waktunya, adapun bercakapcakap setelahnya yang tidak ada manfaatnya-pent, dapat
meyebabkan tidur hingga shalat shubuh dan luput dari shalat malam".
Kemudian Al-Ha_zh menegaskan bahwa larangan bercakap-cakap setetah Isya'
dikhususkan pada percakapan yang tidak ada manfaat dan kebaikan didalamnya.
Adapun percakapan yang bermanfaat maka tidaklah termasuk dalam larangan ini,
sebagaimana diterangkan dalam sebuah riwayat bahwasanya Nabi bersama Abu Bakar
pernah bercakap-cakap hingga larut malam karena urusan kaum muslimin.
4. Menutup
pintu, mematikan api dan lampu Berdasarkan hadits:
Dari
Jabir Bin Abdullah bahwasanya Rasulullah bersabda: "Matikanlah lampu-lampu
diwaktu malam jika kalian hendak tidur, dan tutuplah pintu-pintu, bejana serta
makanan dan minuman kalian. Juga berdasarkan hadits: Dari Ibnu Umar bahwasanya
Rasulullah bersabda: "Janganlah kalian meningalkan api yang menyala ketika
kalian tidur". Imam Al-Qurthubi berkata: "Berdasarkan hadits ini
apabila seseorang tidur sendirian sedangkan api masih menyala di dalam rumahnya
hendaklah ia mematikan terlebih dahulu sebelum tidur, demikian pula apabila di
dalam rumah terdapat beberapa orang hendaklah orang yang terakhir yang
melakukannya, maka barang siapa yang meremehkan hal ini sungguh dia telah menyelisihi
sunnah!". Ibnu Daqiq Al-`Ied berkata: "Perintah menutup pintu sebelum
tidur, di dalamnya terdapat kebaikan duniawi dan ukhrowi yaitu menjaga diri dan
harta dari orang-orang yang hendak berbuat jahat, terlebih lagi dari
syaithon".
5. Berwudhu
Berdasarkan
hadits: Dari Baro' Bin 'Azib bahwasanya Rasulullah bersabda: "Apabila
kalian
hendak
mendatangi tempat tidur, maka berwudhulah seperti wudhu kalianuntuk
shalat".
Imam Nawawi
berkata:"Hadits ini berisi anjuran berwudhu ketika hendak tidur, apabila
seseorang telah mempunyai wudhu maka hal itu telah mencukupinya, karena maksud dari
itu semua adalah tidur dalam keadaan suci khawatir maut menjemputnya seketika
itu, maksud yang lain dengan berwudhu dapat menjauhkan diri dari gangguan
syaithon dan perasaan takut ketika tidur".
6. Mengebuti
tempat tidur
Berdasarkan
hadits: Dari Abu Hurairah bahwasanya Rasulullah bersabda: "Apabila salah
se-
orang diantara
kalian hendak tidur maka kebutilah tempat tidurnya dengan ujung sarungnya, karena
sesungguhnya dia tidak tahu apa yang akan menim-pa padanya". Faidah
hadits:
1. Sunnahnya
mengebuti tempat tidur sebelum tidur.
2. Hendaklah
mengebutinya tiga kali. 2
3. Membaca
'Bismillah' ketika mengebutinya sebagaimana hadits riwayat Muslim.
4. Bagi orang
yang bangun dari tempat tidurnya kcmudian kembali lagi, maka dianjurkan untuk
mengebutinya kembali.
7. Larangan
tidur satu selimut Berdasarkan hadits:
Dari Abu Said
Al-Khudri dari bapaknya bahwasanya Rasulullah bersabda: "Janganlah pria
melihat aurat pria yang lain dan janganlah seorang wanita melihat aurat wanita
yang lain, dan janganlah pria berkumpul dengan pria lain dalam satu selimut,
dan janganlah wanita berkumpul dengan wanita lain dalam satu selimut".
8. Berbaring
Kesisi Kanan
"Adalah
Nabi tidur dengan berbaring kekanan dan beliau meletakkan tangannya yang kanan
dibawah pipinya yang kanan". Rasulullah bersabda:Apabila kalian hendak
mendatangi tempat tidur, maka berwudhulah seperti wudhu kalian untuk shalat
kemudian berbaringlah kesisi kanan! Sahabat Mulia Hudzaifah berkata:"Adalah
Nabi apablla tidur beliau meletakkan tangannya di bawah pipinya". Imam
Ibnul Jauzy berkata: "Keadaan tidur seperti ini sebagaimana ditegaskan
oleh pakar kedokteran merupakan keadaan yang paling baik bagi tubuh".
9. Membaca Ayat
AI-Qur’an
Dianjurkan bagi
setiap orang yang hendak tidur untuk membaca ayat-ayat AI-Qur'an terlebih
dahulu, diantaranya:
- Membaca Ayat kursi, berdasarkan hadits tentang kisah Abu Hurairah yang diajari oleh syaithon ayat kursi kemudian dia berkata: "Jika engkau membacanya, maka Allah senanriasa akan menjagamu dan syaithon tidak akan mendekatimu hingga pagi."
- Membaca surat Al-lkhlas, AI-Falaq, An-Naas, berdasarkan hadits A'isyah dia berkata: "Adalah Rasulullah apabila hendak tidur beliau mengumpulkan kedua telapak tangannya lalu meniupnya seraya membaca surat Al-lkhlas, Al-Falaq, An-Naas, kemudian beliau mengusapkan kedua telapak tangannya kebagian tubuh yang bisa diusap, dirnulai dari kepala, wajah dan bagian tubuh lainnya sebanyak tiga kali".
- Membaca Dua ayat terakhir dari surat Al-Baqarah, berdasarkan hadits: Dari Abu Mas'ud Al Badriyyi bahwasanya Rasulullah bersabda: "Dua ayat terakhir dari surat Al-Baqarah barang siapa yang membacanya diwaktu malam maka akan mencukupinya".
10. Membaca Do’a
Banyak sekali
do'a sebelum tidur yang telah diajarkan Nabi dtantaranya:
- "Yaa Allah dengan menyebut nama-Mu aku mati dan hidup".
- "Yaa Allah... aku berserah diri kepada-Mu, aku serahkan segala urusanku kepada-Mu, aku sandarkan punggungku kepada-Mu karena mengharap dan takut kepada-Mu, tidak ada tempat bersandar dan tempat menyelamatkan kecuali kepada-Mu, Yaa Allah... aku beriman kepada kitabMu yang telah engkau turunkan dan kepada NabiMu yang telah engkau utus".
maka jika engkau meninggal pada malam harinya sungguh
engkau meniggal dalam keadaan _throh dan jadikanlah do'a tersebut akhir yang
engkau ucapkan.
11. Apa yang
harus dilakukan jika bermimpi?
Dari Abdullah
Bin Abu Qotadah bahwasanya Rasulullah bersabda: "Mimpi yang baik adalah
dari Allah, sedamgkam mimpi yang buruk dari syaithon, maka apabila salah
seoratg diantara kalian mimpi buruk hendaklah ia meludah kearah kiri dan
mohonlah perlindumgan kepada Allah dari kejelekannya, sesungguhnya hal itu
tidak akan memadhorotinya".
Faidah hadits:
- Mimpi ada dua macam: baik dan buruk, mimpi yang baik adalah dari Allah sedangkan mimpi yang buruk dari syaithon.
- Apabila bermimpi baik hendaklah ia memuji Allah dan menceritakannya kepada orang yang menyukai.
- Sebalknya apabiIa bermimpi burns maka hendaklah in memohon perlindungan kepada Allah, kemudian meludah kearah kiri sebanyak tiga kali, bepindah tempat, shalat dua rakaat dan janganlah ia menceritakan kepada seorangpun.
12. Dibencinya
tidur telungkup Berdasarkan hadits:
Dari Tikhfah
Al-Ghifari dia berkata: Suatu ketika tatkala aku tidur didalam mesjid,
tiba-tiba ada seorang yang menghampiriku, sedangkan aku dalam keadaan tidur
terlungkup, lalu dia membangunkanku dengan kakinya seraya berkata: Bangunlah!
Ini adalah bentuk tidur yang dibenci Allah, maka akupum mengangkat kepalaku
ternyata beliau adalah Nabi. Berkata Syaroful Haq 'Azhim Abadi: "Berdasarkan
hadits inI, bahwa tidur telungkup diatas perut adalah dilarang, dan itu adalah
bentuk tidurnya syaithon".
13. Dibencinya
tidur diatas rumah tanpa penutup
Berdasarkan
hadits: Dari Ali Bin Syaiban bahwasanya Rasulullah: bersabda: Barang siapa
yang tidur
diatas rumah tanpa penutup/penghalang maka sungguh telah terlepas darinya
penjagaan".
14. Do’a ketika
bangun tidur
Ketika bangun
dari tidur hendaklah kita berdo'a:"Segala puji bagi Allah yang telah
menghidupkan kami setetah sebelumnya mematikan kami dan hanya kepadaNya kami
akan dibangkitkan ". Demikianlah pembahasan kita kali ini, akhirmya kita
memohon kepada Allah taufik dan hidayah-Nya agar tetap istiqomah dialas
jalan-Nya. Amiin. Wallahu A'lam,
Jumat, 06 Desember 2013
Hasil Drawing FIFA World Cup 2014
Hasil pembagian grup pada FIFA World Cup 2014, akhirnya telah resmi diumumkan usai gelaran drawing yang telah dilangsungkan pada Jum'at atau Sabtu (7/12) WIB di Costa do Sauipe, Bahia, Brasil.
Berikut pembagian grup beserta prediksi juara grup versi ane gan. mana prediksimu??
prediksi juara grup :
Grup B: Spanyol, Belanda, Chile, Australia
prediksi juara grup :
Grup C: Colombia, Yunani, Pantai Gading, Jepang
prediksi juara grup :
Grup D: Uruguay, Kosta Rika, Inggris, Italia
prediksi juara grup :
Grup E: Swiss, Ekuador, Prancis, Honduras
prediksi juara grup :
Grup F: Argentina, Bosnia, Nigeria, Iran
prediksi juara grup :
Grup G: Jerman, Portugal, Ghana, Amerika
prediksi juara grup :
Grup H: Belgia, Algeria, Rusia, Korea Selatan
prediksi juara grup :
Langganan:
Postingan (Atom)









