Rabu, 03 Juli 2013

Hakekat Model


Model sebagai noun dapat diartikan sebagai representasi atas struktur yang dicoba untuk diproyeksikan. Sebagai adjective model mengandung pemahaman sebagai kesempurnaan atau idealisasi atas suatu gagasan, sementara sebagai adverbia model mengacu pada pengertian ‘memperagakan’ atau menunjukkan serta menampilkan apa yang dipresentasikan. Bell (dalam Basuki 2011). Berdasarkan hal tersebut model dalam konteks ilmiah mengacu pada konotasi sebuah acuan atau pola/tiruan dari suatu yang akan dibuat, dan merupakan kesempurnaan atau idealisasi atas suatu gagasan, yang dimaksudkan untuk ‘memperagakan’ atau menunjukan serta menampilkan apa yang dipresentasikan.
Sementara itu, menurut Mills (dalam Sudrajat dalam Basuki, 2011). Model adalah bentuk representasi akurat sebagai proses aktual yang memungkinkan seseorang atau sekelompok orang mencoba berdasarkan model itu. Berdasarkan strukturnya, model juga memiliki tiga tipe, yaitu: (1) tipe ikonik yang berupaya mendeskripsikan ciri fisik yang digambarkan. (2) tipe analog, yaitu tipe model yang berupaya memberikan perbandingan yang menyerupai benda yang dibandingkan. (3) tipe simbolik berupaya menggambarkan fakta faktual melalui sistem simbol Hourton (dalam basuki, 2011:24). Lebih lanjut Hourton juga membedakan model atas tipe static dan tipe dinamik. Model static adalah tipe model yang mengabaikan pengaruh variable waktu, sedangkan model dinamis adalah tipe model yang mempertimbangkan pengaruh variable waktu, hourton (dalam basuki, 2011).
Menurut Janali (dalam Waluyo dalam Basuki, 2011) ada tiga tipe pengembangan model yaitu model teoritik, model konseptual, model prosedural. Model teoritik adalah model yang menggambarkan kerangka berpikir yang didasarkan pada teori-teori yang relefan dan didukung data empirik. Model konseptual bersifat analitis yang menyebutkan komponen-komponen produk dan menunjukan hubungan antar komponen. Sedangkan model procedural adalah model yang bersifat deskriptif, berupa langkah-langkah yang diikuti untuk mencapai hasil.
Penelitian pengembangan ini menghasilkan produk secara teoritik-konseptual, prosedural-metodologis, maupun praktik-empirik. Hal ini sesuai dengan pendapat Bompa bahwa model adalah suatu tiruan, suatu tiruan dari yang aslinya, mengatur bagian khusus suatu fenomena yang diamati atau diselidiki. Tujuan suatu model adalah untuk memperoleh suatu yang ideal, dan meskipun keadaan abstrak ideal diatas adalah kenyataan yang kongkrit, itu juga menggambarkan sesuatu yang diusahakan untuk dicapai, suatu peristiwa yang akan dapat diperoleh.
Suatu model mempunyai kekhususan untuk setiap perorangan atau tim. Suatu model latihan akan memperhatikan beberapa faktor lain, potensi dan fisiologis atlet, fasilitas, dan lingkungan sosial. Dari pendapat tersebut diatas dapat disimpulkan bahwa model adalah suatu bentuk tiruan dari aslinya dengan tujuan memperoleh sesuatu yang ideal dengan memperhatikan faktor potensi fisiologis, fasilitas, dan lingkungan sosial.

1 komentar:

  1. Terima kasih atas bahan materi di atas...
    akan tetapi bisakah saya meminta mengenai Model Pembelajaran Galperin ?

    BalasHapus